Rabu, 18 Agustus 2010

Seleksi Wawancara Calon Pengganti Pimpinan KPK Diundur


Pemilihan pengganti pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) memasuki babak akhir. Tujuh calon tersisa akan mengikuti wawancara oleh Pansel. Lalu dipilih dua orang untuk dikirim ke DPR. Dari dua orang yang lolos itu, nanti dewan akan menguji dan hanya memilih satu orang.

Sekretaris Pansel Achmad Ubbe mengatakan, seleksi wawancara yang semula diagendakan pada Kamis (19/8) diundur sepekan menjadi 26 Agustus 2010. Ini dikarenakan data rekam jejak dari Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Masyarakat Pemantau Peradilan Indonesia (MaPPI) akan diverifikasi dan dianalisis terlebih dulu. "Akan diadakan verifikasi atau menganalisis data yang diperoleh dari stakeholder," katanya di Jakarta Rabu (18/8).

Untuk analisis data dari ICW dan MaPPI ini, urai Ubbe, dilakukan sendiri oleh Pansel tanpa melibatkan pihak lain. Caranya dengan melakukan pembulatan yang diperoleh dari berbagai sumber dalam hasil rekam jejak. Wawancara akan digelar secara terbuka. Harapannya agar publik dapat melihat proses wawancara itu. ”Dalam pengertian, wawancara tersebut boleh dilihat dan didengar melalui CCTV," ujarnya.

Terpisah, anggota Komisi III DPR Nasir Jamil berharap agar Pansel segera mengirimkan nama dua calon ke Senayan. “Waktu sudah mepet ini. Kita di komisi menunggu hingga dua nama.”

Data dari Lembaga Negara

Pada kesempatan sama, Ubber menuturkan, Pansel berharap lembaga-lembaga negara dapat memberi laporannya terkait para calon. Lembaga negara yang dimaksud diantaranya, KPK, PPATK, Kepolisian, Kejaksaan, BIN dan Ditjen Pajak Kemenkeu. "Mulai hari ini dengan penambahan waktu, Pansel sudah menagih dan meminta jawaban dari institusi itu," katanya.

Misalnya, lanjut Ubbe, laporan dari KPK. Jika lembaga anti korupsi tersebut tidak bisa datang ke Pansel untuk memberikan masukkan, cukup diberikan dengan cara tertulis sebagai bahan catatan Pansel saat wawancara dilakukan. "Karena itu kan pansel juga meminta ke enam institusi itu. Nah itu nanti akan diolah untuk dijadikan bahan wawancara."

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Pansel Patrialis Akbar mengeluhkan minimnya data dan informasi dari lembaga negara terkait rekam jejak para calon. Padahal Patrialis mengaku pihak Pansel sudah mengirimkan surat tertulis ke masing-masing instansi tersebut.

Harapan senada dilontarkan Nasir Jamil. Sebagai anggota dari instansi yang bakal menguji dua calon di DPR nanti, Nasir juga berharap sudah mengantongi data seputar kehidupan calon. “Kita juga butuh informasi dari lembaga-lembaga terkait untuk tahap fit and proper test nanti,” kata politisi PKS itu.

Terpisah, juru bicara Mabes Polri Marwoto Soeto mengaku belum tahu persis apakah sudah ada permintaan data dari Pansel ke kepolisian atau belum. Menurut dia, idealnya ada data pembanding selain yang disodorkan MaPPI dan ICW.

Lebih jauh Marwoto meminta agar pihak Pansel lebih aktif meminta data. “Sebetulnya tidak terlalu sulit buat Pansel, datang saja ke sini. Dia kemari minta tolong tentang jejak rekam. Tapi sampai sekarang kan belum kelihatan apakah ada orang lain ataukah anggota Pansel itu sendiri (yang datang).”

( http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt4c6bcd8386d24/seleksi-wawancara-calon-pengganti-pimpinan-kpk-diundur )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar